IMF

Msh inget sama foto itu? Itu foto waktu presiden ke-2 qta Pak Harto lempar handuk sama IMF dengan menandatangani Letter of Intent bulan Januari 1998, more than 10 years ago. Coba deh perhatiin bahasa tubuhnya Michel Camdessus yg melipat tangan dengan sangat arogan dan sorot mata jaim tanda dia sukses ngerjain Indonesia, sedangkan Pak Harto pasrah menandatangani perjanjian yg bikin bangsa ini tambah sengsara.
Pola perjanjian IMF dengan negara-negara debitor yg sebagian besar negara2 berkembang sebenarnya hampir seragam. Ada 10 langkah perbaikan ekonomi yang dikatakan sebagai one size fits all golden strait jacket atau jaket pengaman emas untuk ekonomi yang cocok utk semua negara di dunia (tidak peduli negara besar, kecil, maju, terbelakang, industri atau pertanian). Langkah2 itu yg jg dikenal sbg Konsensus Washington adalah :
1. Perdagangan bebas.
2. Liberalisasi pasar modal
3. Nilai tukar mengambang (floating currency rate)
4. Angka bunga ditentukan pasar
5. Deregulasi pasar
6. Transfer aset dari sektor publik ke swsta
7. Pengetatan pengeluaran publik termasuk subsidi
8. Anggaran berimbang
9. Reformasi pajak
10. Perlindungan atas hak milik dan hak cipta.
Dari sepuluh langkah tadi, yang gw liat bener cuma no. 9 dan 10. Lainnya cuma bualan Yahudi, tapi sayangnya qta kemakan sama skenario mereka, karena mental qta inlander, kelamaan dijajah, jadi nganggap apa yg dtg dr luar negeri selalu baik. Qta inferior sama org2 bule, padahal mereka penipu dan penjarah kekayaan bangsa. Qta ga mau belajar dr pengalaman zaman dulu.
VOC memecah belah Mataram dengan perang saudara dan menjeratnya dalam hutang sampai mjd 4 kerajaan kecil (2 di Jogja dan 2 di Solo). Jd ga usah bangga benget kalo punya gelar raden dari Jogja or Solo, krn buktinya nenek moyang qta msh bisa dibohongin VOC he.. he… he…
Kembali ke laptop, intinya Indonesia udah keseret dalam arus globalisasi yg lbh bnyk mudhorotnya drpd manfaatnya. Kita menjadi bangsa yg mendewakan mekanisme pasar, padahal pasar tidak punya nurani. Pasar tdk peduli dgn orang2 miskin, petani n kaum marjinal lainnya. Pemerintah makin kehilangan wibawa karena kalah sama mekanisme pasar yg dasarnya cuma materialisme.
Mantan PM Inggris tahun 1980-1n Margareth Thatcher pernah ngucapin satu jargon yg ngetop bgt : TINA, There Is No Alternative. Tdk ada pilihan bagi negara2 di dunia, selain ikut n tunduk sama WTO, World Bank, IMF, ekonomi pasar bebas, kapitalisme, kekuasaan korporasi, monopoli media Barat, hegemoni n supremasi Barat. Katanya demokrasi, tp koq maksakan kehendak ya, dasar maling teriak maling.