4th wedding anniversary

July 8th, 2008 by rbwirawan

10 Juli 2008 besok insya Allah gw n istri gw Rara akan memperingati ultah pernikahan yg keempat.  kalo ultah pernikahan ke-25 namanya pernikahan emas, 50 tahun namanya pernikahan berlian, maka pernikahan ke-4 namanya baru "pernikahan sutera".  Gw jg ga tau kenapa dibilang pernikahan sutera, coz itu juga nemu di album foto pernikahan gw.

Kalo inget 4 tahun yang lalu, sebenarnya gw belum siap banget buat nikah, tapi berhubung calon istri maksa terus, ya apa boleh buat.  Waktu itu gw masih calon PNS belum punya rumah, apalagi mobil, ngebayanginnya aja ga berani.   Pesta pernikahan  digelar sederhana krn dananya murni dari tabungan gw dan Rara.  Kasian ortu qta dah ngegedein n nyekolahin mahal2, masa pesta nikahnya masih minta jg???  Apalagi nyokap gw janda, tentunya keadaan ekonominya ga sama dengan yg ortunya msh lengkap.

Sebelum married qta sebenarnya dah nekad nyicil rumah, itu jg permohonan KPR nya nipu2 dikit di data penghasilan bulanan krn mustahil penghasilan PNS bisa buat apply KPR.    1 tahun pertama gaji gw minus buat cicilan KPR, sisanya disubsidi ama Rara, termasuk makan, ongkos, dll.  Perabotan rumah qta awalnya cuma kasur Palembang buat tidur, ama tv.  Pelan2 qta mulai ngisi rumah seiring dengan perbaikan ekonomi.  Gw inget bgt waktu mo beli mesin cuci kudu ngutang ke koperasi kantor krn gw ga punya duit n ga sampe hati liat Rara tiap hari nyuci secara "manual".

Rara istri yg baik, dia ga pernah mengeluh dengan segala keterbatasan ekonomi di awal pernikahan qta.  Meskipun gajinya lebih gede dari gw, tp dia ga pernah merendahkan gw.  Prinsipnya jalanin aja semua dengan sebaik-baiknya, toh nanti pasti ada hasilnya.

15 bulan setelah nikah, tanggal 7 Oktober 2005, lahir Mawla, kemudian disusul Rafif tanggal 2 januari 2007.  Rumah jd makin rame dengan kehadiran anak2, meski kadang qta ngerasa repot krn pembantu cuma satu n qta berdua kerja. 

Gw bersyukur dengan hidup gw sekarang.  Untuk ukuran PNS, hampir semua kebutuhan hidup udah terpenuhi, seperti rumah, mobil, pendidikan pasca sarjana, asuransi pendidikan anak dll.  Mudah-mudahan tahun depan gw n rara bisa naik haji untuk menyempurnakan ibadah, coz kalo ngejar materi terus ga ada abisnya.  Qta juga pengen memberikan yg terbaik buat pendidikan anak2, tau sendiri skrg persaingan ketat bgt.  Kalo bekalnya ga kuat bisa2 jadi kuli di negara sendiri.

Ok deh, selamat hari pernikahan ke-4 utk istriku Rr. Irma Agustina, semoga pernikahan qta dirahmati Allah SWT dan memberikan manfaat bagi org bnyk. Amin.  I love u…………

Betapa dekatnya gw dgn maut

June 18th, 2008 by rbwirawan

Tanpa sadar sebenernya gw deket bgt ya dengan maut, ini faktanya :

- 5 hari dalam seminggu PP Bogor - jakarta +/- 130 km via Tol Jagorawi (resikonya kecelakaan).

- minimal 2 kali dalam sebulan naik pesawat terbang (kalo jdnya kaya Tragedi Adam Air di Majene gmn coba, ga kebayang temen2 pilot n pramugari yg tiap hari terbang).

- Saat di daerah, setidaknya gw harus on the spot perjalanan darat dengan mobil 500 km, belum lagi kalo kudu nyebrang2 laut/sungai pakai perahu klotok (resikonya tabrakan n tenggelam).

- Pas lg basement mal atau di kantor, tau2 gempa gede (ngeri ya).

- Lagi nyebrang jalan ketabrak mobil

- Lagi tidur kena serangan jantung

- Lagi sujud sembahyang didatengin malaikat maut (mau banget)

Itu baru sebagian, faktanya masih banyak lg kemungkinan malaikat maut itu datang menjemput nyawa qta.  Maut alias kematian adalah sesuatu yang pasti, sayangnya kita ga tau kpn itu terjadi.  Makanya banyak orang terlena (termasuk gw tentunya), qta terlalu sibuk mengejar mimpi2 dunia yang kadang menyilaukan mata.

Cara terbaik untuk menghadapi maut : hidup dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak amal.  Bagi yang muslim, kerjakan ibadah yang wajib ditambah sunah2 Rasul, Insya Allah…..

Sistem Moneter Kapitalis dan Kemiskinan Petani

May 27th, 2008 by rbwirawan

Catatan : tulisan ini sebelumnya pernah gw kirim ke Tabloid Sinar Tani. Meskipun rada serius tapi baca aja ya, siapa tau bermanfaat

Ada banyak hipotesa dan argumen yang dikemukakan untuk mencari penyebab hakiki kemiskinan petani di Indonesia. Sebagian orang beranggapan bahwa penyebab kemiskinan petani adalah skala kepemilikan lahan yang tidak ekonomis dimana lebih dari 60 % dari 120 juta orang petani di Indonesia hanya memiliki luas lahan kurang dari 0,3 ha. Dengan kepemilikan lahan sedemikian rupa tentunya akan menyulitkan petani untuk mencapai skala ekonomi dan bersaing dengan produk pertanian impor. Ada juga argumen yang menyatakan bahwa kemiskinan petani disebabkan sikap mental yang fatalis, pasrah pada takdir dan selalu bergantung pada bantuan pemerintah. Penulis akan mencoba untuk membuka wacana pembaca dengan suatu pemikiran yang mungkin selama ini kerap terlewatkan tetapi sebenarnya sangat fundamental, yaitu dari perspektif sistem ekonomi. Salah satu penyebab fundamental kemiskinan penduduk Indonesia pada umumnya dan petani pada khususnya yaitu sistem ekonomi kapitalis yang mekanisme moneternya berdasarkan pada tiga pilar, yaitu 1) uang kertas, 2) fractional reserve requirements, dan 3) bunga. Tujuan penciptaan uang pada awalnya yaitu untuk mempermudah proses transaksi barang dan jasa. Pada jaman dahulu manusia melakukan transaksi ekonomi dengan cara barter (menukar barang dengan barang lain yang disepakati nilainya), atau menilai harga barang dengan logam mulia (emas, perak dan sejenisnya). Seiring dengan semakin berkembangnya kegiatan ekonomi, transaksi dengan cara barter dan penilaian dengan logam mulia dianggap tidak praktis dan beresiko tinggi. Untuk mempermudah transaksi ekonomi diciptakanlah uang kertas Uang kertas merupakan alat pembayaran yang diakui secara sah untuk melakukan transaksi ekonomi di suatu negara. Sebagai alat pembayaran, uang kertas mengandung dua jenis nilai yaitu nilai nominal dan nilai intrinsik. Nilai nominal ditunjukkan dengan jumlah nilai yang tertera pada uang tersebut, misalnya Rp10.000. Ironisnya selama ini kita justru terbuai dengan nilai nominal dan melupakan nilai intrinsik yang justru merupakan merupakan nilai riil yang terkandung pada uang tersebut. Dalam kasus uang kertas, maka nilai intrinsiknya hanya selembar kertas, ditambah tinta, benang pengaman dan biaya pencetakan !!! Dengan kata lain sebenarnya secara riil uang kertas tidak memiliki nilai riil / ekonomi yang signifikan. Agar uang kertas bernilai maka ia wajib dijamin dengan logam mulia (emas, perak dan sejenisnya) yang nilainya setara. Komponen pilar moneter yang kedua yaitu fractional reserve requirement atau rasio cadangan wajib. Dalam konsep ini pihak pencetak uang tidak harus mencadangkan logam mulia yang nilainya setara dengan uang kertas yang dicetak, oleh karena itu disebut fractional, karena hanya sebagian saja logam mulia yang wajib dicadangkan untuk mendukung pencetakan sejumlah uang kertas. Misalnya apabila Rp1 dinyatakan setara dengan 1 gram emas, maka untuk mencetak Rp1000 tidak harus dicadangkan emas seberat 1000 gram, tetapi cukup sebagian saja, misalnya 10 % atau 100 gram. Disinilah sebenarnya kecurangan dimulai, seseorang atau pihak yang berwenang mencetak uang dapat melakukan tipuan atau ”ilusi moneter” dengan cara mencetak uang kertas sesuai dengan kehendaknya tanpa disertai jaminan logam mulia yang nilainya setara. Pilar moneter yang kedua tadi kemudian disempurnakan dengan sistem riba atau bunga. Dengan sistem bunga, apabila seseorang meminjam sejumlah uang tertentu, maka di awal waktu peminjaman akan diperjanjikan bahwa pada saat pengembalian harus ditambah dengan sejumlah uang yang dikenal dengan bunga, alasannya sebagai biaya jasa peminjaman uang. Sekilas mekanisme ini nampak wajar, tetapi apabila dikaji secara lebih mendalam maka dampaknya akan sangat mengerikan karena dapat menyebabkan kemiskinan dan bahkan lebih jauh lagi dapat meruntuhkan sendi-sendi kedaulatan sebuah negara. Indonesia adalah salah satu contoh negara yang kedaulatannya terampas karena hutang luar negeri. Penulis mencoba untuk melakukan analisa sederhana terhadap dampak penerapan sistem moneter kapitalis terhadap peningkatan kemiskinan dengan menggunakan persamaan dasar moneter sebagai berikut : M x V = P x Q. Dimana M = Stock of money atau jumlah uang beredar; V = Velocity atau kecepatan peredaran uang, dianggap konstan; P = Harga output barang dan jasa; dan Q = Jumlah output barang dan jasa. Pada persamaan tersebut, sektor moneter diwakili di sisi kiri dengan M x V dan sektor riil diwakili di sisi kanan dengan P x Q. Apabila terjadi kondisi dimana jumlah uang kertas terus bertambah karena mekanisme bunga, maka idealnya harus diimbangi dengan kinerja sektor riil agar tidak terjadi kenaikan harga (inflasi). Celakanya terdapat paradoks dimana pencetakan uang dapat dilakukan nyaris tanpa batas akibat adanya mekanisme fractional reserve requirement dan bunga, sedangkan di sisi lain output sektor riil ada batasnya karena kelangkaan sumberdaya. Paradoks tadi menyebabkan inflasi yang mengakibatkan banyak penduduk dan petani semakin jatuh ke dalam jurang kemiskinan karena pendapatan tidak mengalami peningkatan signifikan, tetapi harga-harga terus merangkak naik. Disamping itu pada saat debitor terjerat hutang, maka kreditor akan dengan mudahnya mengeksekusi aset debitor yang dijadikan agunan pinjaman. Inilah yang disebut dengan perampokan aset karena kreditor dapat menguasai aset debitor nyaris tanpa modal, yaitu hanya dengan menggunakan uang kertas yang sebenarnya tidak memiliki nilai. Berdasarkan analisa diatas, penulis sampai pada kesimpulan bahwa salah satu penyebab fundamental kemiskinan adalah sistem moneter kapitalis yang tidak memenuhi prinsip keadilan. Sistem moneter yang demikian hanya akan menguntungkan segelintir golongan yang memiliki sumber daya modal atau kewenangan mencetak uang, tetapi sebaliknya akan semakin memarjinalkan kaum yang lemah seperti petani. Sistem moneter kapitalis memicu terjadinya inflasi dan perampokan aset produktif yang menyebabkan jatuhnya rakyat ke dalam jurang kemiskinan baik secara sistematis maupun struktural. Solusi dari permasalahan diatas sebenarnya bukan merupakan domain pertanian secara langsung, tetapi karena sistem moneter kapitalis memiliki andil yang sangat besar dalam memiskinkan petani, maka penulis akan mencoba memaparkan alternatif solusinya. Pertama, pemerintah harus memperjelas regulasi keuangan syariah karena setelah hampir 20 tahun berlalu perkembangan bank syariah di Indonesia masih kurang menggembirakan akibat regulasi yang belum jelas. Perkembangan institusi keuangan syariah akan mampu meningkatkan akses petani kepada sumber permodalan yang adil. Sistem ekonomi syariah (lebih tepatnya semi syariah) yang telah diterapkan negara tetangga kita Malaysia terbukti anti inflasi, karena pencetakan uang kertas harus didukung cadangan logam mulia yang nilainya setara, disamping itu penentuan tingkat pengembalian pinjaman kredit tidak ditentukan dimuka sebagaimana sistem bunga, tetapi pada akhir masa pengembalian yang disesuaikan dengan capaian kinerja kegiatan produktif, sehingga sektor moneter berjalan seiring dengan sektor riil. Kita tidak anti dengan uang kertas, tetapi pencetakannya harus benar-benar dikontrol supaya tercipta keadilan dan memberikan akses sumber permodalan kepada masyarakat pada umumnya dan petani pada khususnya. Kedua, sudah saatnya sektor pertanian lebih mengoptimalkan peran sub sektor peternakan. Sub sektor tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan apabila diintegrasikan dengan sub sektor peternakan akan menghasilkan sinergi yang positif untuk meningkatkan pendapatan petani dan mewujudkan pertanian yang berkelanjutan (sustainable). Kita tahu bahwa pada kehidupan masyarakat di pedesaan, ternak juga berfungsi sebagai tabungan / investasi. Sewaktu penulis masih menjadi mahasiswa di IPB yang terkenal dengan sebutan ”Kampus Rakyat”, banyak teman-teman penulis yang orang tuanya bekerja sebagai petani, tetapi ironisnya mereka baru dapat membayar SPP setelah orang tuanya menjual ternak, bukan dari hasil bertani!! Artinya pada kasus di Indonesia, nilai ekonomi ternak (utamanya sapi) cukup signifikan untuk menopang kehidupan petani. Disamping itu limbah ternak dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegunaan, seperti pupuk dan biogas untuk mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan sekaligus menyediakan sumber energi alternatif. Ketiga, pemerintah harus berani melakukan negosiasi ulang atau menasionalisasi perusahaan pertambangan asing yang terbukti merampok kekayaan logam mulia kita, seperti Freeport. Logika sederhananya selama ini pemerintah sulit mengendalikan inflasi karena tidak memiliki cadangan logam mulia yang cukup untuk menjamin tambahan pencetakan uang kertas. Negosiasi ulang, bahkan nasionalisasi, sebenarnya bukan kata yang tabu untuk diucapkan karena rakyat telah jelas-jelas dirugikan. Pemerintah dapat berpegang pada dalil hukum hasil Konvensi Wina yang berbunyi rebus sic stantibus, yang berarti suatu perjanjian dapat ditinjau ulang apabila di kemudian hari terbukti merugikan salah satu pihak. Kata kunci dari dalil hukum tersebut adalah bukti, lebih tepatnya bukti yang dapat menunjukkan bahwa selama ini Indonesia telah dirugikan, bisa dalam bentuk analisa terhadap kontrak karya atau bahkan foto satelit!! Beberapa alternatif solusi diatas membutuhkan komitmen dan keberanian pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia untuk melepaskan diri dari belenggu kemiskinan. Selama kita masih mengadopsi sitem moneter kapitalis, maka selama itulah kemiskinan akan terus melekat dan sulit untuk dihapuskan.

Masih ada planet di atas planet

May 8th, 2008 by rbwirawan

Kata-kata di atas gw pakai utk ngegantiin peribahasa "masih ada langit di atas langit ". Sayangnya berhubung gw belum nemu gambar yang bisa mendeskripsikan lapisan langit dengan jelas, makanya gw coba ganti dengan peribahasa “masih ada planet diatas planet”. Intinya sebagai mahluk Allah janganlah kita menyombongkan diri di muka bumi, karena sombong itu cuma milik Allah yang Maha Sempurna. Segala sesuatu berbau duniawi yg sering kita banggakan pada kolega2 qta, seperti : kekayaan, pangkat, jabatan, keluarga, kesehatan, gelar akademik, penampilan fisik dll; tanpa qta sadari sebenarnya hanya titipan Allah, yang sewaktu2 bisa diambil sama yang punya. Gw pernah denger khutbah Jumat (sayang gw lupa sumber haditsnya), hanya ada 4 hal yg berhak boleh qta klaim sebagai milik kita di dunia : 1. harta yg qta sedekahkan pada yg membutuhkan, 2. ilmu yg bermanfaat (diamalkan dan disebarluaskan pd org lain), 3. barang yg qta beli dgn uang halal n dipake sampai rombeng/rusak, dan 4. makanan yang qta makan sampai menjadi (maaf) feses. Biar lebih menghayati konsep kerendahan hati, ada baiknya qta simak gambar ini :

Mungkin kita sering udah ngerasa hebat disaat menganalogikan diri qta sebagai bumi (kalo bandingannya cuma planet Mars, Merkurius n Pluto). Tapi coba liat gambar berikutnya :

Bumi udah mulai keliatan kecil ya, karena ada pembanding yg ukurannya lebih besar, yaitu planet Neptunus, Uranus, Saturnus n Yupiter. Itu pun rupanya belum seberapa, coba liat gambar berikutnya :

Wow, bumi dah mulai ga keliatan ya kalo bandingannya matahari. Ada lagi yg lebih besar dibanding matahari ??? jawabnya ada. Perhatiin gambar selanjutnya :

Masih ada bintang Sirius, Pollux dan Arcturus. Trus udah mentok atau ada lagi yang lebih gede ukurannya?? Jawabnya tetap masih ada.

Bintang Antares, itupun masih berada pada rangking ke-15 dari bintang2 yang paling terang di angkasa. Dalam skala ini, matahari hanya sebesar debu. Apalagi bumi!!!!

Kalo diterusin kynya ga bakal ada ujungnya ya. Bumi, matahari, bintang dan seterusnya hanyalah bagian kecil dari alam semesta yg tak berbatas. Semua benda2 angkasa itu beredar dengan tertib pada orbitnya dan tunduk bersujud kepada Allah. Hanya Allah lah maha pemilik segala sesuatu. Apa msh pantas qta menyombongkan diri di muka bumi ini hanya karena kekayaan, pangkat, jabatan, penampilan fisik dan gelar akademik qta ?? Jadi tunggu apalagi, berjalanlah di muka bumi dengan penuh kerendahan hati, sebarkanlah ilmumu, sedekahkan hartamu walaupun hanya secercah senyuman.

Bahaya Lampu Hazard Di Waktu Hujan

April 29th, 2008 by rbwirawan

Saat mengemudi pada cuaca hujan apalagi di jalan tol siapapun bakal merasa terganggu dengan nyala lampu hazard (ke-empat sen berkedip-kedip) mobil lain yang bergerak. Anehnya banyak pemilik mobil yang bagai prosedur baku, segera menyalakan lampu hazard kala hujan. Padahal, sebetulnya dia juga bakal terganggu oleh kedipan lampu berwarna oranye itu. Sekarang, kebiasaan ini semakin menjadi di hampir seluruh ruas jalan baik tol maupun bukan di Indonesia.  Gw pribadi paling sebel kalo mobil di dpn gw pas lg hujan2 di tol nyalain lampu hazard.  Maksudnya emang baik, tapi caranya salah.

Di Dunia internasional, menurut mantan pembalap nasional Aswin Bahar, menyalakan lampu hazard disaat mobil bergerak, apalagi ketika hujan, adalah PELANGGARAN BERAT ATAS ATURAN LALU LINTAS DARAT. "Kalau di negara lain pasti telah ditindak oleh petugas," urai Aswin. Karena itu, pemegang sejumlah sertifikat sekolah mengemudi dari beberapa negara Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang ini menyatakan, budaya menghidupkan lampu hazard saat hujan harus segera dihentikan.

Namun, bagaimana dengan semangat ingin memberitahukan adanya mobil dengan menyalakan hazard itu kala hujan deras dan banyak kendaraan sedang sama-sama melaju di jalanan? Menurut Aswin Bahar, maksud baik itu cukup dengan menyalakan lampu. Berikut rekomendasinya atas penggunaan lampu kala berkendara pada cuaca hujan. Gunakan hazard hanya dalam situasi darurat (mogok, ganti ban, mesin panas, dll). Lampu hazard, nyala berkedip pada keempat sen, merupakan tanda darurat bagi sebuah mobil. Maka, hazard hanya boleh diaktifkan bila mobil mengalami kondisi kedaruratan. Pendeknya, lampu hazard hanya diperuntukan memberi tanda peringatan bagi kendaraan lain dan hanya boleh dinyalakan kala mobil berhenti dipinggir jalan.

Gunakan lampu kecil bila hujan apabila ingin memberi ‘tanda’ bahwa mobil sama-sama melaju di tengah hujan, cukup dengan menyalakan lampu utama kendaraan bersangkutan. Kalau kian deras dan cuaca amat gelap, nyalakan lampu kabut. Di sini perlunya memasang lampu kabut pada setiap mobil yang berpotensi sering melalui cuaca hujan dan gelap. Lampu belakang berwarna merah, merupakan pilihan tepat bagi upaya memberitahukan posisi mobil. Pilihan warna ini telah melalui serangkaian riset pabrikan otomotif selama bertahun-tahun.

Artinya, hanya warna itu yang dianggap aman dan bisa menembus gelombang cuaca hujan hingga kabut. Nyala lampu belakang itu telah cukup menerangi sekitar mobil. Maka untuk memberitahukan posisi mobil saat cuaca hujan atau kabut sekalipun, tak harus dengan menyalakan lampu hazard.

Selalu pakai sen bila berpindah jalur. Penggunaan lampu sen wajib bagi pengemudi yang hendak berbelok dan berpindah jalur. Bagi penguna jalan tol, kegiatan ini mutlak amat penting. Apalagi bila hujan sedang bertandang amat deras, penggunaan sen (sign) amat membantu pengemudi lain untuk waspada.

Petugas tol, polisi, dan mungkin wartawan harus menyosialisasikan bahwa lampu hazard hanya boleh dinyalakan kalau mobil berhenti.

Kenapa banyak PNS korupsi

April 28th, 2008 by rbwirawan

Gw sedih sama opini yg beredar di masyarakat bahwa PNS semuanya tukang korupsi.  Kayanya meskipun sebaik-baiknya qta berkarya, tetep aja salah melulu dimata masyarakat.  Tapi ada baiknya juga sie supaya PNS jd lebih jaim alias lebih ati2 dlm menjalankan tugasnya.

Tanpa qta sadari sebenernya sistem birokrasi qta merupakan warisan kolonial Belanda yg juga merupakan warisan dr VOC setelah bubar tahun 1799 (juga karena korupsi).  Ada beberapa argumen yang boleh kita jadikan sebagai pembelaan apabila masyarakat menyudutkan kita dengan isu korupsi :

1. Renumerasi yg buruk, dulu gw masuk CPNS tahun 2003, gaji gw sebulan cuma 680.000 selama setaun.  Waktu diangkat jd PNS taun 2004, lumayan naik jd 900.000an,  kalo sekarang rahasia dong, yg jelas ga sampe 2 juta/bulan.  Dengan gaji segitu  kalo asumsinya PNS itu single fighter (istri ga kerja), ga ada tambahan penghasilan  lain, anak 2 n usia sekolah, maka gajinya maksimal hanya cukup untuk 2 minggu.  Tega ya pemerintah, emangnya PNS ga boleh sakit, anaknya ga boleh sekolah, ga boleh punya rumah n mobil ???  Jadi ky abdi dalem di Jogja dong yg pasrah terima nasib.

2. Jumlah PNS kebanyakan, bayangin aja dengan 4 juta org PNS di Indonesia, gimana mo berharap gaji bisa gede.  Udah gitu larinya jd idle capacity krn bnyk yg ga dpt kerjaan jelas.  Makanya ga usah heran kalo liat PNS pada duduk2 baca koran, nonton TV, main catur, or yg paling parah : selingkuh di jam kerja he3.

3. Sistem anggaran pemerintah bisa dibilang munafik : banyak keperluan tapi ga dianggarin.  Jadi qta kudu nyolong dari satu pos anggaran untuk nutup pengeluaran di pos yg ga dianggarin tadi, misalnya untuk sumbangan org meninggal or sakit, beliin oleh2 tamu, ngebayarin amplopnya pemeriksa dll.  Makanya muncul istilah "dana taktis".  Dana taktis atau non budgeter adalah uang2 yg disisihkan dari dana budgeter (resmi) untuk membiayai keperluan yg tidak dianggarkan secara resmi.

Satu lg fakta yg cukup mencengangkan adalah 70 % Gubernur Jenderal VOC dan Pemerintah Kolonial Belanda dari tahun 1596 sampai 1942 yg mewarisi budaya korupsi adalah KETURUNAN YAHUDI, yang niatnya emang ngerusak dunia.  Udah gaji kecil, inflasi jalan terus, akhirnya korupsi deh.

Trus gimana dong solusinya ? Reformasi birokrasi harus dimulai dengan mengurangi jumlah PNS (supaya tidak idle capacity), meningkatkan kesejahteraannya (supaya tdk melakukan corruption by need), dan melegalkan pos anggaran miscellanious (anggaran lain2, ga usah gede2 cukup 2 % aja tapi peruntukannya dicatat kaya di Malaysia n Singapore).  Memang dampaknya ga langsung kerasa, tapi seenggaknya mengurangi resiko lebih baik daripada tidak melakukan apa2.

HIKMAH

April 23rd, 2008 by rbwirawan

Ada banyak hal yang terlewati begitu saja dalam hidup ini,

tanpa berhasil kita maknai.

Kejadian sehari-hari serta fenomena alam yang bertaburan di muka bumi

selayaknya dipetik menjadi hikmah.

Namun tidak banyak dari kita manusia

yang mencoba meraih hikmah tersebut.

Kalau saja kita berkenan merenung sejenak, maka akan kita temukan

begitu kuasanya Allah SWT, menciptakan alam ini dengan tidak sia-sia.

IMF

April 23rd, 2008 by rbwirawan

Msh inget sama foto itu?  Itu foto waktu presiden ke-2 qta Pak Harto lempar handuk sama IMF dengan menandatangani Letter of Intent bulan Januari 1998,  more than 10 years ago.  Coba deh perhatiin bahasa tubuhnya Michel Camdessus yg melipat tangan dengan sangat arogan dan sorot mata jaim tanda dia sukses ngerjain Indonesia, sedangkan Pak Harto pasrah menandatangani perjanjian yg bikin bangsa ini tambah sengsara.

Pola perjanjian IMF dengan negara-negara debitor yg sebagian besar negara2 berkembang sebenarnya hampir seragam.  Ada 10 langkah perbaikan ekonomi yang dikatakan sebagai one size fits all golden strait jacket atau jaket pengaman emas untuk ekonomi yang cocok utk semua negara di dunia (tidak peduli negara besar, kecil, maju, terbelakang, industri atau pertanian).  Langkah2 itu yg jg dikenal sbg Konsensus Washington adalah :

1. Perdagangan bebas.

2. Liberalisasi pasar modal

3. Nilai tukar mengambang (floating currency rate)

4. Angka bunga ditentukan pasar

5. Deregulasi pasar

6. Transfer aset dari sektor publik ke swsta

7. Pengetatan pengeluaran publik termasuk subsidi

8. Anggaran berimbang

9. Reformasi pajak

10.  Perlindungan atas hak milik dan hak cipta.

Dari sepuluh langkah tadi, yang gw liat bener cuma no. 9 dan 10.  Lainnya cuma bualan Yahudi, tapi sayangnya qta kemakan sama skenario mereka, karena mental qta inlander, kelamaan dijajah, jadi nganggap apa yg dtg dr luar negeri selalu baik.  Qta inferior sama org2 bule, padahal mereka penipu dan penjarah kekayaan bangsa.  Qta ga mau belajar dr pengalaman zaman dulu.

VOC memecah belah Mataram dengan perang saudara dan menjeratnya dalam hutang sampai mjd 4 kerajaan kecil (2 di Jogja dan 2 di Solo).  Jd ga usah bangga benget kalo punya gelar raden dari Jogja or Solo, krn buktinya nenek moyang qta msh bisa dibohongin VOC he.. he… he…

Kembali ke laptop, intinya Indonesia udah keseret dalam arus globalisasi yg lbh bnyk mudhorotnya drpd manfaatnya.  Kita menjadi bangsa yg mendewakan mekanisme pasar, padahal pasar tidak punya nurani.  Pasar tdk peduli dgn orang2 miskin, petani n kaum marjinal lainnya.  Pemerintah makin kehilangan wibawa karena kalah sama mekanisme pasar yg dasarnya cuma materialisme.

Mantan PM Inggris tahun 1980-1n Margareth Thatcher pernah ngucapin satu jargon yg ngetop bgt : TINA, There Is No Alternative.  Tdk ada pilihan bagi negara2 di dunia, selain ikut n tunduk sama WTO, World Bank, IMF, ekonomi pasar bebas, kapitalisme, kekuasaan korporasi, monopoli media Barat, hegemoni n supremasi Barat.  Katanya demokrasi, tp koq maksakan kehendak ya, dasar maling teriak maling.

Illuminati

April 23rd, 2008 by rbwirawan

Dear friends, pernah mikir ga knp mslh negara ini ga beres2? knp bangsa qta miskin, inflasi susah dikendaliin, hankam lemah, kedaulatan diinjek2 sama Malaysia n Singapura (bahkan Timtim), dll.  Gw pikir selain faktor internal seperti sikap malas, mental tempe, dsb, msh ada faktor eksternal yg cukup dominan n dah lama ngerecokin negara ini. 

Skrg gw mo nanya, menurut lo, apakah peristiwa2 yg gw sebutin ini semuanya serba kebetulan ? VOC dateng ke Indonesia, pemberontakan2 & separatisme (PRRI Permesta, DI/TII, RMS dll), jatuhnya orde baru/G30S PKI, lengsernya Pak Harto, utang luar negeri yg ngelebihin aset negara, kurs rupiah yg selalu terpuruk, penjarahan emas oleh Freeport, masuknya virus flu burung setelah RI nolak impor CLQ/paha ayam dari AS, pisahnya Timtim dr Indonesia, dihapusnya subsidi pendidikan tinggi, sistem multi partai, otda, otsus, aliran2 sesat (Eden, Ahmadiyah, Ahmad Mosadeq), kerusuhan Ambon-Poso-GAM ?????  Menurut gw sie kynya terlalu naif kalo qta bilang itu semua kebetulan, karena semua punya pola yg hampir sama : menonjolkan primordialisme, SARA, n menciptakan ketergantungan sama bangsa asing.  Tujuannya akhirnya jelas : ngancurin Indonesia.

Singkatnya faktor eksternal itu namanya Illuminati, Illuminati adalah sebuah ordo persaudaraan kuno Yahudi yang  diyakini masih tetap ada sampai sekarang walaupun tidak ada bukti - bukti nyata keberadaan persaudaraan ini sampai saat ini. Illuminati berarti Pencerahan Baru. Para penganut Illuminati disebut Illuminatus yang berarti Yang Tercerahkan. Illuminati sebelumnya bernama Perfectibilists didirikan oleh Adam Weishaupt (1748-1811) seorang keturunan Yahudi yang lahir dan besar di Ingolstadt, memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang Jesuit yang lalu menjadi seorang pendeta Katolik dan selanjutnya mengorganisasi House of Rothschild. Illuminatus adalah orang - orang yang mencari jawaban apa yang disebut agama sebagai misteri Tuhan. Menurut mereka dengan ilmu pengetahuan tidak ada lagi misteri Tuhan, semua ada jawabannya. Salah seorang Illuminatus yang terkenal adalah Galileo Galilei seorang ahli antropologi yang terpaksa harus dihukum rumah seumur hidup oleh gereja akibat membuat pernyataan bahwa pusat alam semesta yang bukan bumi adalah matahari (heliosentris). Pernyataan tersebut dianggap menyinggung gereja karena secara tidak langsung menyatakan bahwa Tuhan dengan sengaja menempatkan pusat kehidupan di planet lain. Sejak saat itu illuminatus diburu oleh para kaum gereja. Mereka diburu dan diberi stamp salib didada mereka baru kemudian dibunuh. Illuminati kemudian bergerak dari bawah tanah sebagai sebuah kelompok rahasia yang paling dicari oleh gereja. Para illuminatus yang melarikan diri kemudian bertemu dengan kelompok rahasia lainnya yaitu kelompok ahli batu yang bernama Freemasonry atau lebih sering disebut sebagai kelompok Mason. 

Salah satu nenek  moyang Iluminati yg terlacak adalah Biarawan Sion (yg baca Da Vinci Code pasti tau banget dong), n saat ini turunannnya jg jelas2 kasat mata adalah Zionis Israel yg ngerampas tanah Palestina dgn alasan tanah nenek moyangnya n sudah tersurat dalam Taurat sbg tanah terjanji (enak ya, kalo gt bsk2 qta boleh2 aja duduki daerah Yunan di China Selatan krn ktnya nenek moyang qta dr sana) .

Kalo diceritain semua sie ga cukup waktunya krn bnyk bgt. Next time gw lanjutin lg deh.  Gw tertarik sama topik2 begini krn gw yakin ada "the invisible hand" yg rasis, anti agama n ingin supaya qta jd budaknya di bwh satu pemerintahan, satu agama n satu mata uang.